Subnetting ipv4 metode vlsm

Subnetting ipv4 metode vlsm

Oleh : Diky Setiawan 

1.pengertian vlsm 

Menurut Pradana.Adi.Indra  

VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah metode subnetting di mana ukuran mask subnet berbeda-beda untuk setiap subnet karena tergantung kebutuhan jumlah host pada masing-masing subnet tersebut.

Kebutuhan
Perhitungan subnet ini diawali dengan mengurutkan mulai dari jaringan dengan kebutuhan host dari yang paling banyak sampai dengan paling sedikit.

Oleh karena itu, hal pertama yang dilakukan guna menganalisis kebutuhan host suatu network adalah paham terhadap cara menghitung total ip/total host suatu subnet berdasarkan prefix length.

Gunakan kembali tabel subnetting untuk menemukan prefix length (subnet mask) yang tepat sesuai host yang dibutuhkan.

Menurut seo
Subnetting dengan metode VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah teknik yang memungkinkan penggunaan ruang IP address secara lebih efisien dengan memecah jaringan menjadi subnetwork yang lebih kecil.

Metode ini sangat berguna ketika jumlah host di setiap subnet bervariasi, sehingga Anda dapat menyesuaikan ukuran subnet berdasarkan kebutuhan. Dengan menggunakan VLSM, Anda dapat meminimalkan pemborosan alamat IP dan mengoptimalkan alokasi jaringan.

Artikel ini akan membahas pengertian subnetting VLSM, cara kerjanya, serta langkah-langkah untuk menerapkan metode ini dalam mengelola alamat IP secara efisien di berbagai jaringan komputer.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan VLSM (Variable Length Subnet Mask) merupakan metode subnetting yang efisien untuk mengelola ruang alamat IP. Dengan VLSM, jaringan dapat dibagi menjadi subnet yang ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan jumlah host pada masing-masing subnet.
2.kelebihan dan manfaat vlsm
Menurut seo 

Metode subnetting VLSM (Variable Length Subnet Mask) memberikan berbagai keuntungan dalam pengelolaan jaringan, terutama dalam mengalokasikan ruang alamat IP yang lebih efisien.

Efisiensi Alamat IP: VLSM mengurangi pemborosan alamat IP dengan menggunakan subnet mask berbeda untuk setiap subnet, menyesuaikan jumlah host dengan kebutuhan masing-masing jaringan.
Fleksibilitas Subnetting: VLSM memungkinkan alokasi subnet sesuai dengan kebutuhan spesifik, seperti 50 host, sehingga jaringan bisa dibagi lebih fleksibel.
Pengelolaan Jaringan Kompleks: Dalam jaringan yang kompleks, VLSM mempermudah administrator untuk membagi subnet dengan ukuran yang berbeda, meningkatkan efisiensi dan keamanan.
Dukungan Protokol Routing: Protokol routing seperti OSPF, RIP, dan EIGRP mendukung VLSM, memungkinkan pengelolaan jaringan besar secara efisien.
Analisis Detail: Administrator harus menghitung VLSM dengan tepat, memastikan alokasi bit dan valid subnet agar tidak ada ruang yang sia-sia dalam tabel subnetting.

Menurut Hidayat.Rudy.muhammad

1. Efisien menggunakan alamat IP: alamat IP yang dialokasikan sesuai dengan kebutuhan ruang host setiap subnet. alamat IP tidak sia-sia,

2. Dukungan untuk summarization rute yang lebih baik karena VLSM mendukung pengalamatan desain hirarkis sehingga secara efektif dapat mendukung agregasi rute, juga disebut summarization rute.

3. VLSM dapat mengurangi jumlah rute di routing table oleh berbagai jaringansubnets dalam satu ringkasan alamat.

Misalnya subnets 192.168.10.0/24, 192.168.11.0/24 dan 192.168.12.0/24 semua akan dapat diringkas menjadi 192.168.8.0/21.

Penggunaan VLSM terkait dengan dukungan protokol routing di jaringan. Tidak semua Protokol Routing mendukung VLSM. Sebagai contoh RIPv1 dan IGRP sama sekali tidak mendukung VLSM. Jadi apabila ingin mengelola alamat IP menggunakan tehnik ini sudah seharusnya menggunakan protokol routing yang punya kemampuan mendukung skala jaringan yang luas. Contoh protokol routing tersebut adalah RIPv2, EIGRP, OSPF dan IS-IS.

Meskipun sifatnya sangat fleksibel dan diminati oleh administrator jaringan dalam penerapannya, penggunaan VLSM ini harus teliti. Penerapannya VLSM ini akan menghasilkan struktur alamat yang akurat.

Ketelitian ini diawali dengan sebuah perencanaan yang matang atas jaringan yang akan dibentuk. Secara bisnis juga harus dilihat tentang rencana jangka panjang organisasi. Fenomena bergabungnya organisasi menjadi sebuah organisasi besar, menuntut perencaan awal jaringan tersebut harus benar-benar telah dipersiapkan. Sebagai contoh adalah bergabungnya Sony dan Ericsson, atau Nokia dan Siemens yang membentuk divisi Nokia Siemens Network, ataupun beberapa perusahaan besar seperti Cisco System yang mengakuisisi perusahaan lainnya. Hal ini dibutuhkan perencanaan yang matang termasuk juga perencanaan pengalamatan IP yang menggunakan tehnik VLSM.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan metode subnetting VLSM (Variable Length Subnet Mask) memberikan solusi efisien dalam pengelolaan jaringan, khususnya dalam mengalokasikan alamat IP berdasarkan kebutuhan spesifik setiap subnet. Dengan kemampuan untuk menggunakan subnet mask yang berbeda di setiap subnet


3.contoh perhitungan vlsm
Menurut Hidayat.Rudy.muhammad

Sebuah perusahaan memiliki IP 192.168.10.0/24 dengan jumlah IP host 254, dan IP tersebut untuk dialokasikan ke komputer, smartphone dan sebagainya untuk kebutuhan karyawan masing-masing.

Berikut list kebutuhan IP address :

· ITU = 10 IP

· HRD = 20 IP

· Keuangan = 60 IP

· Pemasaran = 100 IP

Perhitungan :

1. Pemasaran = 100 IP

Subnetting yang dapat digunakan untuk kebutuhan 100 IP address dari total 254 IP adalah /25.

Dengan prefix /25, akan terbentuk 2 jaringan kecil (subnet) di mana masing-masing jaringan dapat dipakai oleh 128 IP. Sehingga untuk kebutuhan 100 IP pada divisi marketing, prefix /25 telah memenuhi dan subnet yang digunakan pada divisi Marketing adalah subnet ke-1, sehingga subnet ke-2 dapat digunakan oleh divisi yang lain.

Lihat tabel :

Tabel 1.1 IP untuk Marketing
Sumber:https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://medium.com/%40muhammadrudyhidayat/vslm-variabel-length-subnet-mask-568313951c45&ved=2ahUKEwjdl86PsYiLAxV-zzgGHUVlM4IQFnoECEkQAQ&usg=AOvVaw20STP5YtBVyYZMWTZZU6uP

2. Keuangan = 60 IP

Berdasarkan ketersediaan IP setelah divisi Marketing menggunakan IP di subnet ke-1 pada jaringan perusahaan, divisi Finance dapat menggunakan subnet ke-2 dari tabel subnetting jaringan, sehingga tersedia 128 IP yang bisa digunakan oleh divisi lain.

Subnetting yang dapat digunakan untuk kebutuhan 60 IP address dari total 128 IP adalah /26.

Dengan prefix /26, secara keseluruhan akan terbentuk 4 jaringan kecil (subnet). Akan tetapi karena ini merupakan pecahan dari subnet sebelumnya, maka subnetting yang digunakan adalah sisa dari subnet sebelumnya.

Lebih detail, dapat dilihat pada tabel :

Tabel 1.2 IP untuk Finance
Sumber:https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://medium.com/%40muhammadrudyhidayat/vslm-variabel-length-subnet-mask-568313951c45&ved=2ahUKEwjdl86PsYiLAxV-zzgGHUVlM4IQFnoECEkQAQ&usg=AOvVaw20STP5YtBVyYZMWTZZU6uP

Dari tabel di atas, divisi Finance dapat menggunakan subnet ke-1 sebagai lanjutan dari divisi Marketing dan subnet ke-2 dapat digunakan oleh divisi lain.

3. HRD = 20 IP

Untuk kebutuhan IP di HRD, langsung saja kita tentukan prefix yang bisa digunakan yaitu /27 = 32 IP

Lebih jelasnya kita buat tabelnya :

Tabel 1.3 IP untuk HRD
Sumber:https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://medium.com/%40muhammadrudyhidayat/vslm-variabel-length-subnet-mask-568313951c45&ved=2ahUKEwjdl86PsYiLAxV-zzgGHUVlM4IQFnoECEkQAQ&usg=AOvVaw20STP5YtBVyYZMWTZZU6uP

Dari tabel di atas, divisi HRD dapat menggunakan subnet ke-1 sebagai lanjutan dari divisi Finance dengan ketersediaan IP sebanyak 32 IP dari total kebutuhan 20 IP dan subnet ke-2 dapat digunakan oleh divisi lain

4. IT = 10 IP

Divisi IT membutuhkan ketersediaan IP sebanyak 10, maka prefix yang bisa digunakan adalah /28 = 16 IP.

Detail subnetnya, mari kita buat lagi tabelnya :

Tabel 1.4 IP untuk IT
Sumber:https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://medium.com/%40muhammadrudyhidayat/vslm-variabel-length-subnet-mask-568313951c45&ved=2ahUKEwjdl86PsYiLAxV-zzgGHUVlM4IQFnoECEkQAQ&usg=AOvVaw20STP5YtBVyYZMWTZZU6uP

Selesai sudah divisi IT dapat menggunakan range IP 192.168.10.224–192.168.10.239. Untuk subnet ke-2 dapat digunakan jika ada penambahan komputer pada wakhhtu yang akan datang.

Kesimpulan :

Perusahaan yang mempunyai IP 192.168.10.0/24 dengan jumlah IP host 254 dan IP tersebut dialokasikan ke beberapa divisi di dalamnya, maka alokasi IP-nya dapat kita lihat dalam kesimpulan tabel berikut :

Tabel 1.5 Divisi IP
Sumber:https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://medium.com/%40muhammadrudyhidayat/vslm-variabel-length-subnet-mask-568313951c45&ved=2ahUKEwjdl86PsYiLAxV-zzgGHUVlM4IQFnoECEkQAQ&usg=AOvVaw20STP5YtBVyYZMWTZZU6uP

Cara Menghitung IP Address Dengan VLSM

Dalam melakukan perhitungan subneting VLSM pada kasus ini, adalah dengan menghitung per area. Lalu urutkan kebutuhan host dari terbesar ke terkecil.

Pada kasus ini diketahui :

· Area 1 mempunyai IP 10.10.0.0/16 dengan host yang dibutuhkan :

- 200 host

- 10 host

· Area 2 mempunyai IP 10.20.0.0/16 dengan host yang dibutuhkan :

- 90 host

- 10 host

- 20 host

· Area 3 mempunyai IP 10.30.0.0/16 dengan host yang dibutuhkan :

- 30 host

Lalu untuk mempermudah, kita akan memerhatikan tabel berikut :

Tabel 1.6 Menghitung IP Adress
Sumber:https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://medium.com/%40muhammadrudyhidayat/vslm-variabel-length-subnet-mask-568313951c45&ved=2ahUKEwjdl86PsYiLAxV-zzgGHUVlM4IQFnoECEkQAQ&usg=AOvVaw20STP5YtBVyYZMWTZZU6uP

Maka yang dapat kita lakukan :

· Area 1

Di area ini dibutuhkan 200 host untuk pengunjung. Maka untuk mendapatkan 200 host, perhatikan tabel di atas, carilah hasil pemangkatan 200 atau lebih dari 200. Dari table diatas, kebutuhan host yang sesuai menggunakan ²⁸ = 256 dan subnet mask 255.255.255.0. Lalu carilah IP range dengan cara berikut :

255.255.255.255

255.255.255. 0

— — — — — — — — — —

0. 0. 0. 255 → IP Range

Dan untuk mengetahui IP broadcastnya, lakukan pengurangan antara IP yang diketahui dengan IP range.

10. 10. 0. 0

0. 0. 0. 255

— — — — — — — — — —

10. 10. 0. 255 →IP Broadcast

Maka dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui :

o Network : 10. 10. 0. 0/24

o IP Pertama : 10. 10. 0. 1

o IP Terakhir : 10. 10. 0. 254

o IP Broadcast : 10. 10. 0. 255

o Subnet Mask : 255. 255. 255. 0

Lanjutan area ini adalah 10 host untuk tim medis. Maka untuk mendapatkan 10 host, perhatikan tabel di atas, carilah hasil pemangkatan 10 atau lebih dari 10. Dari table diatas, kebutuhan host yang sesuai menggunakan 24 = 16 dan subnet mask 255.255.255.240. Lalu carilah IP range dengan cara berikut :

255.255.255. 255

255.255.255. 240

— — — — — — — — — —

0. 0. 0. 15→IP Range

Dan untuk mengetahui IP broadcastnya, lakukan pengurangan antara IP yang diketahui dengan IP range.

10. 10. 1. 0

0. 0. 0. 15

— — — — — — — — — —

10. 10. 1. 15→IP Broadcast

Maka dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui :

o Network : 10. 10. 1. 0/28

o IP Pertama : 10. 10. 1. 1

o IP Terakhir : 10. 10. 1. 14

o IP Broadcast : 10. 10. 1. 15

o Subnet Mask : 255. 255. 255. 240

· Area 2

  • perhatikan tabel di atas, carilah hasil pemangkatan 90 atau lebih dari 90. Dari table diatas, kebutuhan host yang sesuai menggunakan 27 = 128 dan subnet mask 255.255.255.128. Lalu carilah IP range dengan cara berikut :

255.255.255.255

255.255.255.128

— — — — — — — — — —

0. 0. 0. 127→IP Range

Dan untuk mengetahui IP broadcastnya, lakukan pengurangan antara IP yang diketahui dengan IP range.

10. 20. 0. 0

0. 0. 0. 127

— — — — — — — — — —

10. 20. 0. 127→IP Broadcast

Maka dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui :

o Network : 10. 20. 0. 0/25

o IP Pertama : 10. 20. 0. 1

o IP Terakhir : 10. 20. 0. 126

o IP Broadcast : 10. 20. 0. 127

o Subnet Mask : 255. 255. 255. 0

- Lanjutan area ini adalah 20 host untuk tim manajemen. Maka untuk mendapatkan 20 host, perhatikan tabel di atas, carilah hasil pemangkatan 20 atau lebih dari 20. Dari table diatas, kebutuhan host yang sesuai menggunakan 25 = 32 dan subnet mask 255.255.255.224. Lalu carilah IP range dengan cara berikut :

255.255.255. 255

255.255.255. 224

— — — — — — — — — —

0. 0. 0. 31→IP Range

Dan untuk mengetahui IP broadcastnya, lakukan pengurangan antara IP yang diketahui dengan IP range.

10. 20. 0. 128

0. 0. 0. 31

— — — — — — — — — —

10. 20. 0. 159→IP Broadcast

Maka dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui :

o Network : 10. 20. 0. 128/27

o IP Pertama : 10. 20. 0. 129

o IP Terakhir : 10. 20. 0. 158

o IP Broadcast : 10. 20. 10. 159

o Subnet Mask : 255. 255. 255. 224

- Kemudian untuk 10 host untuk tim medis. Maka untuk mendapatkan 10 host, perhatikan tabel di atas, carilah hasil pemangkatan 10 atau lebih dari 10. Dari table diatas, kebutuhan host yang sesuai menggunakan 24 = 16 dan subnet mask 255.255.255.240. Lalu carilah IP range dengan cara berikut :

255.255.255. 255

255.255.255. 240

— — — — — — — — — —

0. 0. 0. 15→IP Range

Dan untuk mengetahui IP broadcastnya, lakukan pengurangan antara IP yang diketahui dengan IP range.

10. 20. 0. 160

0. 0. 0. 15

— — — — — — — — — —

10. 20. 0. 175→IP Broadcast

Maka dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui :

o Network : 10. 20. 0. 160/28

o IP Pertama : 10. 20. 0. 161

o IP Terakhir : 10. 20. 0. 174

o IP Broadcast : 10. 20. 10. 175

o Subnet Mask : 255. 255. 255. 240

· Area 3

- Di area ini dibutuhkan 30 host untuk ruang server. Maka untuk mendapatkan 30 host, perhatikan tabel di atas, carilah hasil pemangkatan 30 atau lebih dari 30. Dari table diatas, kebutuhan host yang sesuai menggunakan 25 = 32 dan subnet mask 255.255.255.224. Lalu carilah IP range dengan cara berikut :

255.255.255. 255

255.255.255. 224

— — — — — — — — — —

0. 0. 0. 31→IP Range

Dan untuk mengetahui IP broadcastnya, lakukan pengurangan antara IP yang diketahui dengan IP range.

10. 30. 0. 0

0. 0. 0. 31

— — — — — — — — — —

10. 30. 0. 31→IP Broadcast

Maka dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui :

o Network : 10. 30. 0. 0/27

o IP Pertama : 10. 30. 0. 1

o IP Terakhir : 10. 30. 0. 30

o IP Broadcast : 10. 30. 0. 31

o Subnet Mask : 255. 255. 255. 224

Bentuk Topologi Jaringan Tersebut Pada Packet Tracer

Gambar 1.1 Bentuk Topologi Jaringan
Sumber:https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://medium.com/%40muhammadrudyhidayat/vslm-variabel-length-subnet-mask-568313951c45&ved=2ahUKEwjdl86PsYiLAxV-zzgGHUVlM4IQFnoECEkQAQ&usg=AOvVaw20STP5YtBVyYZMWTZZU6uP

Berikut adalah bentuk topolgy jaringan dari case yang diberikan, yaitu terdapat 2 area jaringan yang terhubung dengan 1 area server.

dalam membuat topology jaringan, kita membutuhkan :

- 3 Router

-2 Switch

- 1 Server

- 5 PC

Pada Switch 0(Area 1), terdapat 2 PC untuk :

-PC0 untuk pengunjung, (200 Hosts)

-PC1 untuk Tim Medis, (10 Hosts)

Pada Switch 1(Area 2), terdapat 3 PC untuk:

-PC2 untuk pengunjung, (90Hosts)

-PC3 untuk Tim Medis, (10 Hosts)

-PC4 untuk Tim Manajemen, (20 Hosts)

Kemudian terdapat 3 router, Router 1 menyambung dengan Switch 0 Area 1, dan Router 0 menyambung dengan Switch1 Area 2, dan Router 6 yang menyambung kepada Router 0 dan Router 1 dan Server.

Kemudian, kita harus memberikan jalur menggunakan kabel Copper Straight-Through untuk PC ke Switch. Menggunakan kabel Copper Straight-Through untuk Switch ke Router, Untuk menyambungkan antar router menggunakan kabel Serial DCE dan untuk menyambungkan antar router dan server menggunakan kabel Copper Cross-Over

              Daftar pustaka 

Menurut Indra Adi Pradana jun.26.2022 pengertian vlsm Life is My Campus
https://lifeismycampus.com
VLSM (Variable Length Subnet Mask) sebagai Metode Subnetting

Menurut seo nov.04.2024 pengertian vlsm dan kelebihan, manfaat vlsm
Course-Net
https://course-net.com
Subnetting Dengan Metode VLSM: Pengertian dan Caranya

Menurut menurut Hidayat.Rudy.muhammad ---- kelebihan dan manfaat, contoh menghitung vlsm
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://medium.com/%40muhammadrudyhidayat/vslm-variabel-length-subnet-mask-568313951c45&ved=2ahUKEwjdl86PsYiLAxV-zzgGHUVlM4IQFnoECEkQAQ&usg=AOvVaw20STP5YtBVyYZMWTZZU6uP

#promeker43#atswa



Comments

Popular posts from this blog

Cara Akses (winbox, webfig, ssh) Mikrotik

Firewall filter (itput,output,forward)