Subnetting ipv4 metode vlsm
Subnetting ipv4 metode vlsm
Metode ini sangat berguna ketika jumlah host di setiap subnet bervariasi, sehingga Anda dapat menyesuaikan ukuran subnet berdasarkan kebutuhan. Dengan menggunakan VLSM, Anda dapat meminimalkan pemborosan alamat IP dan mengoptimalkan alokasi jaringan.
Artikel ini akan membahas pengertian subnetting VLSM, cara kerjanya, serta langkah-langkah untuk menerapkan metode ini dalam mengelola alamat IP secara efisien di berbagai jaringan komputer.
1. Efisien menggunakan alamat IP: alamat IP yang dialokasikan sesuai dengan kebutuhan ruang host setiap subnet. alamat IP tidak sia-sia,
2. Dukungan untuk summarization rute yang lebih baik karena VLSM mendukung pengalamatan desain hirarkis sehingga secara efektif dapat mendukung agregasi rute, juga disebut summarization rute.
3. VLSM dapat mengurangi jumlah rute di routing table oleh berbagai jaringansubnets dalam satu ringkasan alamat.
Misalnya subnets 192.168.10.0/24, 192.168.11.0/24 dan 192.168.12.0/24 semua akan dapat diringkas menjadi 192.168.8.0/21.
Penggunaan VLSM terkait dengan dukungan protokol routing di jaringan. Tidak semua Protokol Routing mendukung VLSM. Sebagai contoh RIPv1 dan IGRP sama sekali tidak mendukung VLSM. Jadi apabila ingin mengelola alamat IP menggunakan tehnik ini sudah seharusnya menggunakan protokol routing yang punya kemampuan mendukung skala jaringan yang luas. Contoh protokol routing tersebut adalah RIPv2, EIGRP, OSPF dan IS-IS.
Meskipun sifatnya sangat fleksibel dan diminati oleh administrator jaringan dalam penerapannya, penggunaan VLSM ini harus teliti. Penerapannya VLSM ini akan menghasilkan struktur alamat yang akurat.
Ketelitian ini diawali dengan sebuah perencanaan yang matang atas jaringan yang akan dibentuk. Secara bisnis juga harus dilihat tentang rencana jangka panjang organisasi. Fenomena bergabungnya organisasi menjadi sebuah organisasi besar, menuntut perencaan awal jaringan tersebut harus benar-benar telah dipersiapkan. Sebagai contoh adalah bergabungnya Sony dan Ericsson, atau Nokia dan Siemens yang membentuk divisi Nokia Siemens Network, ataupun beberapa perusahaan besar seperti Cisco System yang mengakuisisi perusahaan lainnya. Hal ini dibutuhkan perencanaan yang matang termasuk juga perencanaan pengalamatan IP yang menggunakan tehnik VLSM.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan metode subnetting VLSM (Variable Length Subnet Mask) memberikan solusi efisien dalam pengelolaan jaringan, khususnya dalam mengalokasikan alamat IP berdasarkan kebutuhan spesifik setiap subnet. Dengan kemampuan untuk menggunakan subnet mask yang berbeda di setiap subnet
Sebuah perusahaan memiliki IP 192.168.10.0/24 dengan jumlah IP host 254, dan IP tersebut untuk dialokasikan ke komputer, smartphone dan sebagainya untuk kebutuhan karyawan masing-masing.
Berikut list kebutuhan IP address :
· ITU = 10 IP
· HRD = 20 IP
· Keuangan = 60 IP
· Pemasaran = 100 IP
Perhitungan :
1. Pemasaran = 100 IP
Subnetting yang dapat digunakan untuk kebutuhan 100 IP address dari total 254 IP adalah /25.
Dengan prefix /25, akan terbentuk 2 jaringan kecil (subnet) di mana masing-masing jaringan dapat dipakai oleh 128 IP. Sehingga untuk kebutuhan 100 IP pada divisi marketing, prefix /25 telah memenuhi dan subnet yang digunakan pada divisi Marketing adalah subnet ke-1, sehingga subnet ke-2 dapat digunakan oleh divisi yang lain.
Lihat tabel :

2. Keuangan = 60 IP
Berdasarkan ketersediaan IP setelah divisi Marketing menggunakan IP di subnet ke-1 pada jaringan perusahaan, divisi Finance dapat menggunakan subnet ke-2 dari tabel subnetting jaringan, sehingga tersedia 128 IP yang bisa digunakan oleh divisi lain.
Subnetting yang dapat digunakan untuk kebutuhan 60 IP address dari total 128 IP adalah /26.
Dengan prefix /26, secara keseluruhan akan terbentuk 4 jaringan kecil (subnet). Akan tetapi karena ini merupakan pecahan dari subnet sebelumnya, maka subnetting yang digunakan adalah sisa dari subnet sebelumnya.
Lebih detail, dapat dilihat pada tabel :

Dari tabel di atas, divisi Finance dapat menggunakan subnet ke-1 sebagai lanjutan dari divisi Marketing dan subnet ke-2 dapat digunakan oleh divisi lain.
3. HRD = 20 IP
Untuk kebutuhan IP di HRD, langsung saja kita tentukan prefix yang bisa digunakan yaitu /27 = 32 IP
Lebih jelasnya kita buat tabelnya :

Dari tabel di atas, divisi HRD dapat menggunakan subnet ke-1 sebagai lanjutan dari divisi Finance dengan ketersediaan IP sebanyak 32 IP dari total kebutuhan 20 IP dan subnet ke-2 dapat digunakan oleh divisi lain
4. IT = 10 IP
Divisi IT membutuhkan ketersediaan IP sebanyak 10, maka prefix yang bisa digunakan adalah /28 = 16 IP.
Detail subnetnya, mari kita buat lagi tabelnya :

Selesai sudah divisi IT dapat menggunakan range IP 192.168.10.224–192.168.10.239. Untuk subnet ke-2 dapat digunakan jika ada penambahan komputer pada wakhhtu yang akan datang.
Kesimpulan :
Perusahaan yang mempunyai IP 192.168.10.0/24 dengan jumlah IP host 254 dan IP tersebut dialokasikan ke beberapa divisi di dalamnya, maka alokasi IP-nya dapat kita lihat dalam kesimpulan tabel berikut :

Cara Menghitung IP Address Dengan VLSM
Dalam melakukan perhitungan subneting VLSM pada kasus ini, adalah dengan menghitung per area. Lalu urutkan kebutuhan host dari terbesar ke terkecil.
Pada kasus ini diketahui :
· Area 1 mempunyai IP 10.10.0.0/16 dengan host yang dibutuhkan :
- 200 host
- 10 host
· Area 2 mempunyai IP 10.20.0.0/16 dengan host yang dibutuhkan :
- 90 host
- 10 host
- 20 host
· Area 3 mempunyai IP 10.30.0.0/16 dengan host yang dibutuhkan :
- 30 host
Lalu untuk mempermudah, kita akan memerhatikan tabel berikut :

Maka yang dapat kita lakukan :
· Area 1
Di area ini dibutuhkan 200 host untuk pengunjung. Maka untuk mendapatkan 200 host, perhatikan tabel di atas, carilah hasil pemangkatan 200 atau lebih dari 200. Dari table diatas, kebutuhan host yang sesuai menggunakan ²⁸ = 256 dan subnet mask 255.255.255.0. Lalu carilah IP range dengan cara berikut :
255.255.255.255
255.255.255. 0
— — — — — — — — — —
0. 0. 0. 255 → IP Range
Dan untuk mengetahui IP broadcastnya, lakukan pengurangan antara IP yang diketahui dengan IP range.
10. 10. 0. 0
0. 0. 0. 255
— — — — — — — — — —
10. 10. 0. 255 →IP Broadcast
Maka dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui :
o Network : 10. 10. 0. 0/24
o IP Pertama : 10. 10. 0. 1
o IP Terakhir : 10. 10. 0. 254
o IP Broadcast : 10. 10. 0. 255
o Subnet Mask : 255. 255. 255. 0
Lanjutan area ini adalah 10 host untuk tim medis. Maka untuk mendapatkan 10 host, perhatikan tabel di atas, carilah hasil pemangkatan 10 atau lebih dari 10. Dari table diatas, kebutuhan host yang sesuai menggunakan 24 = 16 dan subnet mask 255.255.255.240. Lalu carilah IP range dengan cara berikut :
255.255.255. 255
255.255.255. 240
— — — — — — — — — —
0. 0. 0. 15→IP Range
Dan untuk mengetahui IP broadcastnya, lakukan pengurangan antara IP yang diketahui dengan IP range.
10. 10. 1. 0
0. 0. 0. 15
— — — — — — — — — —
10. 10. 1. 15→IP Broadcast
Maka dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui :
o Network : 10. 10. 1. 0/28
o IP Pertama : 10. 10. 1. 1
o IP Terakhir : 10. 10. 1. 14
o IP Broadcast : 10. 10. 1. 15
o Subnet Mask : 255. 255. 255. 240
· Area 2
- perhatikan tabel di atas, carilah hasil pemangkatan 90 atau lebih dari 90. Dari table diatas, kebutuhan host yang sesuai menggunakan 27 = 128 dan subnet mask 255.255.255.128. Lalu carilah IP range dengan cara berikut :
255.255.255.255
255.255.255.128
— — — — — — — — — —
0. 0. 0. 127→IP Range
Dan untuk mengetahui IP broadcastnya, lakukan pengurangan antara IP yang diketahui dengan IP range.
10. 20. 0. 0
0. 0. 0. 127
— — — — — — — — — —
10. 20. 0. 127→IP Broadcast
Maka dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui :
o Network : 10. 20. 0. 0/25
o IP Pertama : 10. 20. 0. 1
o IP Terakhir : 10. 20. 0. 126
o IP Broadcast : 10. 20. 0. 127
o Subnet Mask : 255. 255. 255. 0
- Lanjutan area ini adalah 20 host untuk tim manajemen. Maka untuk mendapatkan 20 host, perhatikan tabel di atas, carilah hasil pemangkatan 20 atau lebih dari 20. Dari table diatas, kebutuhan host yang sesuai menggunakan 25 = 32 dan subnet mask 255.255.255.224. Lalu carilah IP range dengan cara berikut :
255.255.255. 255
255.255.255. 224
— — — — — — — — — —
0. 0. 0. 31→IP Range
Dan untuk mengetahui IP broadcastnya, lakukan pengurangan antara IP yang diketahui dengan IP range.
10. 20. 0. 128
0. 0. 0. 31
— — — — — — — — — —
10. 20. 0. 159→IP Broadcast
Maka dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui :
o Network : 10. 20. 0. 128/27
o IP Pertama : 10. 20. 0. 129
o IP Terakhir : 10. 20. 0. 158
o IP Broadcast : 10. 20. 10. 159
o Subnet Mask : 255. 255. 255. 224
- Kemudian untuk 10 host untuk tim medis. Maka untuk mendapatkan 10 host, perhatikan tabel di atas, carilah hasil pemangkatan 10 atau lebih dari 10. Dari table diatas, kebutuhan host yang sesuai menggunakan 24 = 16 dan subnet mask 255.255.255.240. Lalu carilah IP range dengan cara berikut :
255.255.255. 255
255.255.255. 240
— — — — — — — — — —
0. 0. 0. 15→IP Range
Dan untuk mengetahui IP broadcastnya, lakukan pengurangan antara IP yang diketahui dengan IP range.
10. 20. 0. 160
0. 0. 0. 15
— — — — — — — — — —
10. 20. 0. 175→IP Broadcast
Maka dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui :
o Network : 10. 20. 0. 160/28
o IP Pertama : 10. 20. 0. 161
o IP Terakhir : 10. 20. 0. 174
o IP Broadcast : 10. 20. 10. 175
o Subnet Mask : 255. 255. 255. 240
· Area 3
- Di area ini dibutuhkan 30 host untuk ruang server. Maka untuk mendapatkan 30 host, perhatikan tabel di atas, carilah hasil pemangkatan 30 atau lebih dari 30. Dari table diatas, kebutuhan host yang sesuai menggunakan 25 = 32 dan subnet mask 255.255.255.224. Lalu carilah IP range dengan cara berikut :
255.255.255. 255
255.255.255. 224
— — — — — — — — — —
0. 0. 0. 31→IP Range
Dan untuk mengetahui IP broadcastnya, lakukan pengurangan antara IP yang diketahui dengan IP range.
10. 30. 0. 0
0. 0. 0. 31
— — — — — — — — — —
10. 30. 0. 31→IP Broadcast
Maka dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui :
o Network : 10. 30. 0. 0/27
o IP Pertama : 10. 30. 0. 1
o IP Terakhir : 10. 30. 0. 30
o IP Broadcast : 10. 30. 0. 31
o Subnet Mask : 255. 255. 255. 224
Bentuk Topologi Jaringan Tersebut Pada Packet Tracer

Berikut adalah bentuk topolgy jaringan dari case yang diberikan, yaitu terdapat 2 area jaringan yang terhubung dengan 1 area server.
dalam membuat topology jaringan, kita membutuhkan :
- 3 Router
-2 Switch
- 1 Server
- 5 PC
Pada Switch 0(Area 1), terdapat 2 PC untuk :
-PC0 untuk pengunjung, (200 Hosts)
-PC1 untuk Tim Medis, (10 Hosts)
Pada Switch 1(Area 2), terdapat 3 PC untuk:
-PC2 untuk pengunjung, (90Hosts)
-PC3 untuk Tim Medis, (10 Hosts)
-PC4 untuk Tim Manajemen, (20 Hosts)
Kemudian terdapat 3 router, Router 1 menyambung dengan Switch 0 Area 1, dan Router 0 menyambung dengan Switch1 Area 2, dan Router 6 yang menyambung kepada Router 0 dan Router 1 dan Server.
Kemudian, kita harus memberikan jalur menggunakan kabel Copper Straight-Through untuk PC ke Switch. Menggunakan kabel Copper Straight-Through untuk Switch ke Router, Untuk menyambungkan antar router menggunakan kabel Serial DCE dan untuk menyambungkan antar router dan server menggunakan kabel Copper Cross-Over
Daftar pustaka
Comments
Post a Comment