Subnetting ipv4 metode cidr
Oleh:Diky Setiawan
1.IP Address
Menurut k Amira.by written , pengertian IP Address IP Address merupakan serangkaian angka yang menjadi identitas perangkat dan terhubung ke internet atau infrastruktur jaringan lainnya.
MenurutRanti.soffya Ip address merupakan alamat unik yang mengidentifikasi perangkat di internet atau jaringan lokal. IP singkatan dari "Internet Protocol," yang merupakan seperangkat aturan yang mengatur format data yang dikirim melalui internet atau jaringan lokal.
Dari pendapat tersebut dapat di simpulkan IP Address adalah serangkaian angka yang berfungsi sebagai identitas unik perangkat yang terhubung ke internet atau jaringan lokal. IP Address memungkinkan perangkat untuk saling berkomunikasi dengan mengikuti aturan "Internet Protocol," yang mengatur format dan pengiriman data dalam jaringan.
2.jenis-jenis IP Address
Menurut Safitri.Rifdatus.Rizka jenis-jenis IP Address
Internet Protocol Address IPv4
Ini adalah jenis IP Address yang paling umum digunakan saat ini. IPv4 menggunakan format berupa empat blok angka desimal yang dipisahkan oleh titik. Setiap blok dapat berisi angka dari 0 hingga 255. Contoh IPv4 adalah “192.168.1.1”. Sayangnya, jumlah IP Address IPv4 yang tersedia semakin terbatas karena pertumbuhan internet yang pesat.
Internet Protocol Address IPv6
Untuk mengatasi keterbatasan Internet Protocol Address IPv4, diciptakanlah IPv6. IPv6 menggunakan format yang lebih panjang, yaitu delapan blok alphanumerik yang dipisahkan oleh titik dua-poin. Contoh IPv6 adalah “2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334”. IPv6 memiliki jumlah kombinasi yang sangat besar, sehingga dapat mendukung pertumbuhan internet yang lebih lanjut.
Menurut wreta.adelaide Setiap bagian ini disebut sebagai oktet dan nilai dari satu oktet maksimal adalah 255. Untuk menggolongkan IP Address sebanyak itu, diperlukan lima kelas atau jenis yang terdiri dari
1. Kelas A
Jenis pertama dari IP Address adalah kelas A. Jenis satu ini biasa digunakan pada sistem jaringan skala besar. Bit pertamanya diawali dengan angka 0. Network ID memiliki panjang satu oktet, sedangkan Host ID memiliki panjang tiga oktet. Jumlah hostnya mencapai 16.777.216.
2. Kelas B
Selanjutnya adalah kelas B. Pada kelas ini, daya tampung hostnya hanya mencapai kurang lebih 65.536 di seluruh dunia. Kelas B biasanya digunakan untuk sistem jaringan skala besar dan menengah. Panjang Network ID dan Host ID kelas B adalah dua oktet.
3. Kelas C
Kelas C biasa digunakan untuk sistem jaringan skala kecil dengan daya tampung 256 host. Panjang Network ID-nya adalah 3 oktet, sedangkan panjang Host ID-nya hanya 1 oktet.
4. Kelas D
Pada kelas D, IP Address (host) awal adalah 224.0.0.0 hingga 239.255.255.255. Kelas ini biasanya digunakan untuk keperluan multicasting. Dalam multicasting, istilah Network ID dan Host ID tidak dikenal.
5. Kelas E
Jenis atau kelas terakhir adalah kelas E. Kelas ini digunakan untuk keperluan eksperimental saja. IP Address (host) awalnya adalah 240.0.0.0 hingga 255.255.255.255. Artinya, sama seperti kelas D, IP Address kelas E juga tidak mengenal istilah Network ID dan Host ID.
Selain jenis IP Address berdasarkan kelasnya, IP Address juga dibagi berdasarkan luasnya penggunaan IP Address dalam jaringan lokal dan publik, cara memperolehnya, serta jumlah daya tampungnya. Jenis-jenisnya meliputi IP Public, IP Private, IP Dynamic, IP Static, IPv4, dan IPv6.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan IP Address memiliki berbagai jenis berdasarkan versinya (IPv4 dan IPv6), kelasnya (A, B, C, D, E), serta penggunaannya (Public, Private, Static, Dynamic). IPv6 dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan kapasitas IPv4, sementara pembagian kelas dan penggunaannya mempermudah pengelolaan jaringan sesuai kebutuhan.
3.Subnetting Ipv4
Menurut Prihanto.agus subnetting ipv4
A. TUJUAN Mengetahui konsep subnetting
- Mengetahui fungsi gateway
- Mensimulasikan Subnetting dengan Cisco Packet Tracer
B. DASAR TEORI
Pengertian
SubNetting adalah proses membagi sebuah network menjadi beberapa Sub-network. Subnetting hanya dilakukan pada IP addres kelas A, kelas B dan kelas C. Dengan subnetting akan menciptakan beberapa network tambahan, tetapi mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.
Prinsip subnetting adalah memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID host tambahan.
Menurut ihsan.by subnetting ipv4
Subnetting
Fungsi paling utama dari subnetting adalah untuk mengurangi tingkat kongesti (gangguan/ tabrakan) lalulintas data dalam suatu network. Agar Throughput suatu jaringan tetap tinggi tanpa adanya bottleneck
Untuk menentukan batas Network ID dalam suatu subnet akhirnya bisa mengurangi jumlah Host dalam Network ID tetapi tetap bisa memperbanyak jumlah Network. Dipakai karena keterbatasab IPv4.
Penentuan Jumlah Host/Node dalam Subneting
Untuk mencari jumlah host-nya tinggal pakai rumus (2^(32-n))-2 dimana n adalah prefix-nya, contoh….
jumlah host dari prefix /20 adalah
=> (2^(32-20))-2
=> (2^12)-2
=> 4.096 - 2
=> 4.094 host diluar network-id dan broadcast.
jumlah host dari subnet mask 255.240.0.0 adalah
=> subnet mask 255.240.0.0 adalah prefix /12
=> (2^(32-12))-2
=> (2^20)-2
=> 1.048.576 - 2
=> 1.048.574 host diluar network-id dan broadcast
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan
-
Subnetting IPv4:
- Subnetting adalah proses membagi satu jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil (subnet) untuk mengoptimalkan penggunaan alamat IP.
- Subnetting dilakukan pada kelas IP tertentu (A, B, atau C).
- Subnetting mengorbankan sebagian host ID untuk membuat network ID tambahan.
-
Tujuan Subnetting:
- Mengurangi Kongesti: Membantu mengurangi gangguan atau tabrakan data dalam suatu jaringan, sehingga throughput jaringan tetap tinggi.
- Mengatasi Keterbatasan IPv4: Memperbanyak jumlah jaringan tanpa menghabiskan ruang alamat IPv4.
- Efisiensi Jaringan: Memperbesar jumlah subnet dengan mengurangi jumlah host dalam setiap subnet.
-
Perhitungan Host dan Subnet:
- Untuk menghitung jumlah host dalam suatu subnet, digunakan rumus:
,
di mana adalah prefix subnet mask.
- Prefix /20 memberikan host.
- Subnet mask 255.240.0.0 (prefix /12) memberikan host.
-
Kesimpulan Akhir:
- Subnetting meningkatkan efisiensi pengelolaan jaringan dengan menambah jumlah jaringan kecil (subnet) dan mengurangi risiko bottleneck.
- Pemahaman terhadap perhitungan jumlah host dan subnet penting untuk merancang jaringan sesuai kebutuhan.
4.Contoh penyelesaian
Menurut Ageng.mas.harry contoh 4 soal
1.Diketahui: Network awal adalah 172.16.16.0/22 Ditanyakan: Buat menjadi 3 subnetwork! Jawal
> Tentukan range network awal :
Jumlah IP awal-2^10-1024 TP
Jadi jaraknya 172.16.16.0 s/d 172.16.19.155
> Tentukan panjang setiap subnetwork:
Panjang subnet-Jumlah host/IP awal: jumlah subnet
Panjang subnet-1024:4-256
Jadi panjang setiap subnetwork-nya adalah 256 host setara dengan masking/24
> Berikan alokasi IP Address untuk setiap subnetworknya:
1. 172.16.16.0/24-172.16.16.255/24 2.172.16.17.0/24-172.16.17.255/24 3.172.16.18.0/24-172.16.18.255/21
4.172.16.19.0/24-172.16.10.255/24
2. Diketahui: network awal adalah 172.16.16.0/22
Ditanyakan: Tentukan alokasi subnetwork yang masing-masing terdiri dari 75 host!
Jawab:
> Tentukan range network awal: Jumlah 11/host awal-2010-1024 II/host
Jadi range network-nya 172.16.16.0 s/d 172.16.19.255
> Tentukan Jumlah subnetwork-nya:Jumlah subnet Jumlah host awal Jumlah host pada setiap subnet
Jumlah subnet=1024:128-8
Jadi Jumlah subnet yang akan dibuat adalah 8 subnetwork dengan masing2 128 host setara dengan
masking/25 > Alokasi IP Address subnetwork-nya:
1.172.16.16.0/25-172.16.16.127/25
2.172.16.16.128/25 172.16.16.255/25
3.172.16.17.0/25-172.16.17.127/25
4.172.16.17.128/25-172.16.12.255/25
5.172.16.18.0/25-172.16.18.127/25
172.16.18.128/25-172.16.18.255/25
7.172.16.19.0/25 172.16.19.127/25
8.172.16.19.128/25-172.16.19.255/25
3. Diketahui: network awal adalah 192.168.128.0/25 Ditanyakan: Buat menjadi 2 subnetwork! Jawab:
> Tentukan range network awal: Jumlah IP/host awal-27-128
Jadi range-nya 192.168.128.0 s/d 192.168.128.127
> Tentukan panjang setiap subnetwork
Panjang subnet-128:2-64
Jadi tiap subnetwork panjang-nya 64 IP setara dengan masking/26
> Alokasi IP Address subnetwork-nya:
1.192.168.128.0/26-192.168.128.63/26
2.192.168.128.64/26-192.168.128.127/26
4. Diketahui: network awal adalah 192.168.128.0/25
Ditanyakan: Tentukan alokasi subnetwork yang masing-masing terdiri dari go host! Jawab:
> Tentukan range network awal:
Jumlah IP awal-27-128
Jadi range-nya 192.168.128.0 s/d 192.168.128.127
> Tentukan jumlah subnetwork-nya:
Jumlah subnet-Jumlah host awal:Jumlah host setiap subnet
Jumlah subnet=128:32-4
Jadi jumlah subnetnya 4 dan setara dengan masking/27
> Alokasi IP Address tiap subnet:
1.192.168.138.0/27-192.168.128.31/27
2.192.168.128.32/27-192.168.128.63/27
3.192.168.128.64/27-192.168.128.93/27
4.192.168.128.96/27-192.168.128.127/27
Daftar pustaka
k Amira.by written ---- ip address Gramedia
https://www.gramedia.com
Pengertian IP Address: Fungsi, Cara Kerja, dan Versi IP Address
MenurutRanti.soffya ---- Ip address Kompas.com
https://tekno.kompas.com
Pengertian IP Address, Fungsi, dan Jenis-jenisnya Halaman all
Menurut Safitri.Rifdatus.Rizka 2023 jenis-jenis IP Address Exabytes Indonesia
https://www.exabytes.co.id
Mengenal IP Address: Pengertian, Jenis, Versi, & Cara Cek
Menurut wreta.adelaide 2022 jenis-jenis IP address detikcom
https://www.detik.com
Apa Itu IP Address? Jenis, Fungsi, dan Cara Kerjanya
Menurut Prihanto.agus ---- subnetting ipv4 https://cogierb201.wordpress.com/jaringan-komputer/subnetting-ipv4/
Menurut ihsan.by 2019 subnetting ipv4
Subnetting
Santekno
https://www.santekno.com
Definisi IP Address dan Subnet Mask
Menurut Ageng.mas.harry ---- contoh soal Scribd
https://id.scribd.com
Contoh Soal CIDR Dan Penyelesaiannya | PDF | Komputer
#promeker43#atswa
Comments
Post a Comment