Subnetting

Subnetting

Oleh : Diky Setiawan 

Pengertian subnetting 

 Apa yang dimaksud subnetting? Menurut buku Pemrograman Jaringan dengan JAVA karangan Ach. Khozaimi, S.Kom., M.Kom., subnetting adalah proses untuk memecahkan atau membagi sebuah network menjadi beberapa network yang lebih kecil.

Lalu, bagaimana proses subnetting? Proses metode subnetting ini dapat dilakukan pada IP Address kelas A, B, dan C saja. Menurut buku Pengantar Jaringan Komputer karangan Melwin Syafrizal, IP Address dibagi menjadi beberapa jenis, yakni:

1. Private IP Address

Jenis IP Address ini digunakan pada perangkat untuk jaringan berskala lokal yaitu LAN. Maka dari itu, jenis IP Address ini tidak dikenal pada jaringan internet global.
2. Public IP Address
Sementara itu, public IP Address bisa diakses dengan jaringan internet dan bisa dimiliki oleh semua perangkat. Range IP Private, di antaranya:
  • Kelas A, 10.0.0.0 - 10.255.255.255
  • Kelas B, 172.16.0.0 - 172.31.255.255
  • Kelas C, 192.168.0.0 - 192.168.255.255
Fungsi IP Address ini utamanya untuk menangani koneksi antar perangkat pengirim dan penerima melalui sebuah jaringan. Dengan adanya IP Address, perangkat-perangkat tersebut dapat menghubungkan situs web atau layanan lainnya di internet.

Lebih lanjut, dengan melakukan teknik subnetting, suatu network dapat menciptakan beberapa network tambahan. Namun, kondisi tersebut bisa mengurangi jumlah maksimum host yang ada di dalam setiap networTujuan Subnetting
Tujuan dari subnetting adalah sebagai berikut:

Untuk mengefisienkan pengalamatan (misal untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita menggunakan kelas C saja terdapat 254 – 10 =244 alamat yang tidak terpakai).
Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak. Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
Fungsi Subnetting
Fungsi subnetting antara lain :

Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
Pengelolaan yang disederhanakan.
Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh.
Proses Subnetting
Untuk melakukan proses subnetting kita akan melakukan beberapa proses antara lain :

Menentukan jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask. Jumlah Subnet = dimana x adalah banyaknya binari 1 pada segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya).
Menentukan jumlah host per subnet. Jumlah Host per Subnet = dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya).
Menentukan Blok Subnet Blok Subnet = 256 – nilai desimal segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya)
Alamat host dan broadcast yang valid, host pertama adalah satu angka setelah subnet, dan broadcast adalah satu angka sebelum subnet berikutnya.Menentukan alamat broadcast untuk tiap subnet.
Menentukan host – host yang valid untuk tiap subnet.
Berikut merupakan contoh persoalan dalam proses subnetting dan penyelesaiannya :
Misalnya ditentukan sebuah NETWORK ADDRESS : 192.168.1.XXX/26.
Analisa : 192.168.1.XXX berarti kelas C, dengan Subnet Mask /26
berarti : 11111111.11111111.11111111.11000000 atau 255.255.255.192
Jumlah Subnet = , dimana x adalah banyaknya binari 1 pada segmen terakhir subnet mask (2 bit “1” disegmen terakhir IP subnet mask dan IP Kelas C).
Jadi Jumlah Subnet adalah = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet =, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada segmen terakhir disegmen terakhir IP subnet mask dan IP Kelas C
Jadi jumlah host per subnet adalah = 62 host
Interval Blok Subnet = 256 – nilai desimal segmen terakhir subnet mask = 256 – 192 = 64.
Blok Subnet dimulai dari 0 (Nol) kemudian kelipatan dari Interval Blok Subnet nya yaitu 64.
Jadi Blok Subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
Alamat host dan broadcast yang valid dapat langsung dibuat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah satu angka setelah subnet, dan broadcast adalah satu angka sebelum subnet berikutnya


Sumber:
Telkom University
https://it.telkomuniversity.ac.id
Kumparan https://m.kumparan.com

#Atswa #Promaker42 #IPAddress
#IPAddressversi4 #IPv4

Comments

Popular posts from this blog

Cara Akses (winbox, webfig, ssh) Mikrotik

Subnetting ipv4 metode vlsm

Firewall filter (itput,output,forward)